Mulai September 2026, Pengembang Android Wajib Verifikasi Identitas ke Google
Google berencana menerapkan aturan baru yang mewajibkan pengembang Android untuk memverifikasi identitas mereka, termasuk kemungkinan menyerahkan identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada September 2026 di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Program verifikasi ini merupakan bagian dari upaya Google untuk meningkatkan keamanan ekosistem Android. Dengan sistem baru tersebut, aplikasi yang dipasang pada perangkat Android bersertifikasi di negara yang terdampak harus berasal dari akun pengembang yang telah diverifikasi oleh Google.
Bro Google is doing something wild.
— Abhishek Yadav (@yabhishekhd) March 10, 2026
Starting September 2026 every Android developer has to give Google their government ID. Legal name. Home address. Phone number. And pay a fee.
Even if they never use the Play Store. Even if they just put their app on their own website.
So… pic.twitter.com/ASjkf7KhiP
Dalam proses verifikasi, pengembang mungkin diminta memberikan sejumlah informasi seperti nama lengkap, alamat, email, nomor telepon, serta dokumen identitas resmi seperti kartu identitas pemerintah. Untuk pengembang yang mewakili organisasi atau perusahaan, Google juga dapat meminta dokumen bisnis tambahan, seperti nomor identifikasi perusahaan.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk aplikasi yang didistribusikan melalui Google Play Store, tetapi juga berpotensi memengaruhi aplikasi yang dipasang dari luar toko aplikasi resmi, seperti file APK yang diunduh langsung atau aplikasi dari toko pihak ketiga.
Google menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran malware, penipuan, serta praktik penyamaran identitas oleh pengembang berbahaya. Dengan identitas pengembang yang diverifikasi, Google berharap dapat mempersulit pelaku yang sebelumnya diblokir untuk kembali mempublikasikan aplikasi berbahaya dengan identitas baru.
Rencana penerapan kebijakan ini dimulai dengan pembukaan proses verifikasi bagi pengembang pada Maret 2026, sebelum akhirnya menjadi persyaratan wajib pada September 2026 di beberapa negara. Google juga berencana memperluas aturan ini secara global pada tahap berikutnya.
Namun, kebijakan tersebut juga memicu kritik dari sebagian komunitas pengembang dan pendukung perangkat lunak sumber terbuka. Mereka menilai aturan verifikasi identitas dapat mengurangi sifat terbuka Android dan menyulitkan pengembang yang ingin merilis aplikasi secara anonim.





