YouTube Siapkan Iklan 30 Detik yang Tak Bisa Dilewati bagi Pengguna Non-Premium
YouTube dilaporkan akan mulai menampilkan iklan yang lebih panjang dan tidak dapat dilewati bagi pengguna yang tidak berlangganan layanan Premium. Perubahan ini terutama akan terlihat pada pengguna yang menonton YouTube melalui televisi pintar atau aplikasi TV, di mana platform tersebut kini menjadi salah satu sumber waktu tonton terbesar bagi perusahaan.
Dalam format baru yang sedang diperluas ini, penonton bisa dipaksa menonton iklan berdurasi hingga 30 detik tanpa opsi untuk melewatinya. Sebelumnya, banyak pengguna biasanya melihat dua iklan berdurasi 15 detik yang terkadang masih bisa dilewati setelah beberapa detik. Dengan sistem baru ini, YouTube menggantinya dengan satu iklan yang lebih panjang namun sepenuhnya tidak dapat di-skip.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi YouTube untuk menyesuaikan pengalaman menonton di layar besar dengan model periklanan televisi tradisional. Perusahaan juga ingin memberikan ruang lebih besar bagi pengiklan untuk menyampaikan pesan mereka melalui iklan yang lebih panjang dan naratif.
Selain itu, perubahan tersebut juga dianggap sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan iklan, terutama karena semakin banyak pengguna yang menonton YouTube melalui perangkat TV dibandingkan perangkat lain seperti ponsel atau komputer.
YouTube viewers watching on TVs will soon see 30-second unskippable ads unless they buy Premium
— Dexerto (@Dexerto) March 10, 2026
The change is aimed at making viewing habits more closely resemble traditional television pic.twitter.com/cESUzjBDAy
Di sisi lain, YouTube terus mendorong pengguna untuk berlangganan layanan YouTube Premium yang menawarkan pengalaman menonton tanpa iklan. Dengan semakin banyaknya iklan yang tidak dapat dilewati, sebagian pengamat menilai kebijakan ini juga dapat menjadi dorongan tidak langsung agar lebih banyak pengguna beralih ke layanan berbayar tersebut.
Meskipun demikian, peluncuran format iklan baru ini tidak terjadi secara serentak di semua perangkat. Untuk saat ini, perubahan tersebut lebih banyak diterapkan pada aplikasi YouTube di televisi dan perangkat yang terhubung ke TV, sementara pengalaman di ponsel maupun browser masih dapat berbeda tergantung wilayah dan jenis video yang ditonton.
Kabar mengenai iklan 30 detik yang tidak dapat dilewati ini juga memicu reaksi dari banyak pengguna di internet. Sebagian di antaranya mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap membuat pengalaman menonton YouTube semakin mirip dengan televisi kabel yang dipenuhi jeda iklan.





